NUSANTAR45.ID, JAKARTA - Ratusan ribu buruh tumpah ruah di Monas dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Mayday kali ini dipimpin oleh Andi Gani Nena Wea sebagai Presiden Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Aksi kali ini dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Aksi juga dihadiri oleh aktivis buruh yang kini menjabat Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Eli Rosita Silaban, dan Presiden Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Ilhamsyah.
Hari ini, gelombang buruh dari berbagai penjuru berkumpul di pelataran Monumen Nasional. Gabungan konfederasi, federasi, serikat pekerja, hingga aktivis buruh menyatu dalam satu barisan bukan sekadar hadir, tetapi membawa suara yang telah lama diperjuangkan.
Tuntutan yang disampaikan hari ini bukanlah hal baru. Sebagian adalah janji yang pernah diucapkan, bahkan sejak dua tahun lalu, janji yang hingga kini masih menggantung tanpa kepastian.
Di tengah gemuruh massa, tersimpan ingatan kolektif bahwa waktu telah berjalan, namun keadilan masih tertahan.
Anggota buruh dari SPKPD – FSP2KI turut mengambil bagian, melakukan mobilisasi dan berdiri dalam satu barisan bersama Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI). Langkah disatukan, suara dikumandangkan menegaskan bahwa perjuangan ini belum selesai.
May Day bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah panggung perlawanan, ruang di mana buruh mengingatkan kekuasaan bahwa janji harus ditepati, bahwa hak tidak boleh diabaikan, dan bahwa kesabaran memiliki batas.[*/Red]



0 Komentar