NUSANTAR45. ID, PIDIE - Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan kegiatan Silaturahmi dan Halal Bihalal Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Partai Aceh (PA) Kabupaten Pidie yang berlangsung di Kantor DPW PA dan KPA Kabupaten Pidie, Jalan Lingkar Medan–Banda Aceh, Gampong Keunire, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie. Kegiatan yang digelar dalam momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tersebut menjadi wadah mempererat hubungan antar sesama keluarga bsar perjuangan, sekaligus memperkuat ikatan sosial dengan masyarakat.
Sekitar 250 orang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari unsur pengurus Partai Aceh, jajaran KPA, anggota DPRK Pidie dari Fraksi Partai Aceh, tokoh masyarakat, ulama, serta para pangsagoe dari berbagai wilayah di Kabupaten Pidie. Sejumlah tokoh yang tampak hadir antara lain, Sekretaris Jenderal DPW Partai Aceh Kabupaten Pidie M. Iriawan, S.E., Wakil Ketua KPA Pidie Muslem, Sekretaris Jenderal MUNA Kabupaten Pidie Tgk. Amri Aiyyub, para anggota DPRK dari Fraksi Partai Aceh, serta para ketua Partai Aceh tingkat kecamatan se-Kabupaten Pidie.
Di lokasi kegiatan terlihat sejumlah spanduk dan banner yang memuat pesan-pesan persatuan serta kepedulian sosial. Salah satu spanduk mengusung tema “Mempererat Ukhuwah, Mempererat Kebersamaan dan Menebar Kepedulian”, sementara spanduk lainnya mengangkat tema “Saling Memaafkan, Pererat Silaturahmi, Perkuat Persaudaraan dan Keberkahan Dalam Ikatan Sosial dan Persaudaraan”. Kedua tema tersebut mempertegas semangat kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada konsolidasi internal organisasi, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan melalui doa bersama, zikir, serta santunan kepada anak yatim.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal MUNA Kabupaten Pidie, Tgk. Amri Aiyyub, menyampaikan bahwa momentum Idul Adha merupakan ruang penting bagi seluruh jajaran KPA dan Partai Aceh untuk mempererat kembali hubungan persaudaraan yang telah terbangun selama ini. Menurutnya, silaturahmi bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi bagian dari upaya memperkuat solidaritas dan menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat Aceh.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkokoh persatuan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial terhadap sesama. Dalam konteks masyarakat Aceh yang memiliki tradisi kekeluargaan yang kuat, silaturahmi dinilai memiliki makna strategis dalam menjaga hubungan baik antarindividu maupun antar kelompok masyarakat.
Tgk. Amri Aiyub juga menyampaikan apresiasi terhadap nilai-nilai kepahlawanan yang diwariskan oleh Tokoh sejarah Aceh,Menurutnya, semangat perjuangan, pengabdian, dan keteladanan yang ditunjukkan tokoh tersebut merupakan bagian dari sejarah yang perlu dipahami dan diwariskan kepada generasi muda. Ia menilai bahwa pemikiran dan gagasan yang ditinggalkan oleh Hasan di Tiro memiliki nilai penting dalam perjalanan sejarah Aceh.
Lebih lanjut, ia mengajak berbagai pihak untuk mengedepankan agenda pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dibandingkan terjebak dalam perdebatan yang berpotensi memunculkan perbedaan pandangan di tengah masyarakat. Menurutnya, energi publik perlu diarahkan pada upaya-upaya yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat, terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.
Pelaksanaan silaturahmi dan halal bihalal tersebut menunjukkan bahwa momentum keagamaan tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana mempererat hubungan internal organisasi, tetapi juga menjadi ruang memperkuat solidaritas sosial serta memperkokoh hubungan antara keluarga besar perjuangan dan masyarakat. Melalui kegiatan yang berlangsung dalam suasana damai dan penuh kekeluargaan itu, para peserta berharap semangat persatuan, kepedulian, dan kebersamaan dapat terus terjaga demi mendukung pembangunan dan kemajuan Aceh di masa mendatang.[Red]

0 Komentar