UPTD Puskesmas Lhok Bengkuang Tapaktuan Tracing Penyakit Tuberkulosis Terintegrasi

NUSANTAR45.ID, ACEH SELATAN - UPTD Puskesmas Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, terus memperkuat upaya penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TB) melalui kegiatan Tracing TB Terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (06/08/2026) ini dipusatkan di Desa Batu Itam dan Desa Lhok Bengkuang Timur, dengan total 200 warga sebagai sasaran pemeriksaan.
‎Masing-masing desa ditargetkan menjangkau 100 orang, sehingga keseluruhan kegiatan itu menyasar 200 peserta. Program ini bertujuan menemukan secara dini dugaan kasus TB paru, melakukan pelacakan terhadap kontak erat penderita, sekaligus memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat.
‎Kepala UPTD Puskesmas Lhok Bengkuang, Bd. Fitri Nelliza, S.Keb., mengatakan bahwa kegiatan tracing merupakan salah satu strategi penting dalam memutus rantai penularan TB yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat.
‎"Melalui kegiatan Tracing TB yang diintegrasikan dengan Cek Kesehatan Gratis ini, kami ingin memastikan masyarakat, terutama yang memiliki kontak erat dengan pasien TB maupun yang berisiko, dapat diperiksa sedini mungkin. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula pengobatan dapat diberikan sehingga peluang kesembuhan semakin besar dan penularan dapat dicegah," ujarnya.
‎Fitri Nelliza menjelaskan, integrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain menjalani skrining TB, peserta juga memperoleh pemeriksaan kondisi kesehatan secara umum sehingga berbagai faktor risiko penyakit dapat diketahui sejak dini.
‎Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya berfokus pada pencarian kasus TB, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan, mengenali gejala TB sejak awal, serta tidak ragu memeriksakan diri apabila mengalami batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, demam, atau berkeringat pada malam hari.
‎Dalam pelaksanaannya, petugas kesehatan melakukan registrasi peserta, wawancara faktor risiko, pemeriksaan kesehatan, edukasi mengenai pencegahan TB, hingga pelacakan terhadap kelompok yang memiliki riwayat kontak dengan penderita. Apabila ditemukan peserta yang memiliki gejala mengarah pada TB, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan sesuai standar pelayanan kesehatan.
‎Fitri menambahkan, keberhasilan eliminasi TB tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
‎"Kami mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan. TB adalah penyakit yang dapat disembuhkan apabila ditemukan dan diobati secara tepat. Dukungan keluarga, aparatur desa, kader kesehatan, serta partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengendalian TB di Aceh Selatan," ajak Bd. Fitri Nelliza, S.Keb.
‎Kegiatan yang berlangsung di dua desa tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga terlihat antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan serta menerima edukasi yang diberikan petugas Puskesmas.
‎Melalui program Tracing TB Terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis, UPTD Puskesmas Lhok Bengkuang berharap semakin banyak kasus TB dapat ditemukan lebih awal, sehingga pengobatan dapat dilakukan secara cepat, angka penularan menurun, dan target eliminasi Tuberkulosis di Kabupaten Aceh Selatan dapat tercapai.[NB/Red]

0 Komentar