NUSANTAR45.ID, SUKOHARJO -
Selasa 27 Oktober 2026 menjelang subuh beberapa anggota polisi melakukan menggerebekan pesantren HQ di Laban Mojolaban Sukoharjo. Polres Sukoharjo mengamankan berapa barang bukti dan belasan santriwati dan ustadzah.
Darsono selaku keluarga salah satu ustadzah yang diamankan meminta Endro Sudarsono untuk membantu melakukan pencarian terhadap posisi santri dan ustadzah. Setelah berkoordinasi dengan anggota Polsek dan Polres Sukoharjo ternyata belasan santri dan ustadzah berada di Unit Penyidik Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sukoharjo.
Sekitar pukul 20.30 Darsono didampingi Endro Sudarsono mendatangi Polres Sukoharjo untuk mengecek keberadaan beberapa santriwati dan ustadzah namun ternyata santriwati dan ustadzah sudah dipulangkan sebelumnya. Dan kantor PPA Sukoharjo sudah sepi dan pintu terkunci.
Darsono mengungkapkan bahwa santriwati dan usth belum bisa kembali ke pesantren karena masih terdapat Policeline. Saat ini belasan santri dan ustadzah berada di rumah salah satu rumah warga.
Selanjutnya Endro berkoordinasi dengan penyidik Polres Sukoharjo menanyakan tentang Policeline kapan bisa dilepas karena terkait kenyamanan santri dan ustadzah serta keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.
Setelah mengkonfirmasi dari salah penyidik Polres Sukoharjo rencananya setelah selesai akan segera memberi tahu pihak pondok terkait Policeline .
Pondok HQ di Laban Mojolaban Sukoharjo adalah pondok putri dengan prioritas hafalan Al-Quran (Tahfidzul Qur'an).[*/Red]
0 Komentar