NUSANTAR45.ID, SOLO - Dalam upaya meningkatkan potensi remaja masjid untuk menghadapi era digital, Ahad, 20 September 2026, Forum Silaturahmi Takmir Masjid dan Musholla (FORSITAMA), Cemani, Grogol, Sukoharjo menyelenggarakan Pelatihan Digital Marketing, yang diikuti oleh remaja masjid di wilayah Cemani dan sekitarnya.
Bertempat di Masjid An Nahl, Jalan Sidomukti No. 42 Cemani, pelatihan berlangsung dengan penuh antusias dan menjadi wadah untuk peningkatan potensi serta memperkuat silaturahmi antar remaja masjid.
Hadir sebagai narasumber Ahmad Mustaqim, S.Sn., Pakar di bidang digital dan kreatif, dan R. Ahmad Nur Ridho Prabowo, S.H., selaku pengurus bidang advokasi FORSITAMA
Dengan pembahasan “Belajar Digital Marketing, Content Creation, Desain Grafis dan Strategi Media Sosial untuk Menghidupkan Dakwah di Era Digital, yang Aman secara Agama serta Hukum”, kedua narasumber berbagi ilmu, teori dan praktik terkait digital marketing
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi, tanya jawab, serta berbagi pengalaman antar peserta. Berbagai ide dan praktik dalam pengelolaan medsos masjid turut dibahas sebagai inspirasi untuk diterapkan di masjid masing-masing.
Hadir dalam pelatihan sebanyak 138 peserta putra dan putri, perwakilan dari 25 masjid dan musholla. Peserta juga mendapatkan sejumlah fasilitas, berupa sertifikat pelatihan, materi dan snack.
Yusuf, selaku perwakilan dari FORSITAMA, sekaligus ketua takmir masjid al fattah menyampaikan dalam sambutannya, “Pelatihan ini diinisiasi untuk merespons kebutuhan digitalisasi dakwah masa kini, di mana masjid tidak hanya dituntut aktif secara fisik di mimbar konvensional, tetapi juga harus mampu menghadirkan syiar yang kreatif di ruang publik digital. Melalui pendekatan digital marketing, para remaja masjid dibekali kemampuan teknis untuk mengelola akun resmi masjid secara profesional,”
"Banyak masjid yang memiliki program keummatan luar biasa, tetapi gaungnya tidak terdengar karena medsosnya belum dikelola secara optimal. Melalui pelatihan ini, kami membekali para remaja masjid dengan strategi digital marketing agar mampu merancang visual konten yang menarik dan informatif, “imbuhnya.
Sedangkan Alif Tegar Oktavianto, selaku Ketua Panitia Pelaksana, remaja dari masjid an nahl, menyampaikan dalam sambutannya, “Bahwa akun media sosial resmi masjid, mulai dari Instagram, YouTube, hingga TikTok, saat ini memegang peranan vital sebagai etalase informasi bagi umat Islam. Oleh karena itu, keterlibatan remaja masjid menjadi kunci utama penggerak dalam dakwah medsos ini.”
Respons positif dari peserta menjadi bukti bahwa pelatihan untuk remaja masjid yang diadakan FORSITAMA mendapat sambutan hangat. Melalui kegiatan ini diharapkan remaja masjid semakin siap bersaing di era digital, sekaligus mampu mengembangkan dakwah masjid yang berkelanjutan.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada penyelenggara dan para narasumber atas ilmu, motivasi, dan pengalaman yang telah dibagikan. Pelatihan ini memberikan wawasan baru, khususnya dalam pengelolaan medsos masjid. Semoga ilmu yang kami peroleh dapat kami implementasikan di masjid masing-masing sehingga memberikan manfaat yang luas bagi umat," tutur Nur Laily, salah satu peserta pelatihan dari masjid al muttaqien.[*/Red]




0 Komentar