NUSANTAR45.ID, SOLO - Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) bersama sejumlah elemen masyarakat melakukan audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta untuk menyampaikan aspirasi terkait rencana konser Andrea Bocelli di Borobudur yang dinilai memiliki keterkaitan dengan pihak yang mendukung Israel, Rabu (21/10/2026).
Audiensi tersebut diterima oleh sejumlah anggota DPRD Kota Surakarta, di antaranya Martuti dari PKB, Ardianto Kuswinarno dari Gerindra, dan Daryono dari PKS. Para perwakilan DPRD Kota Surakarta sependapat dengan pihak DSKS terkait persoalan konser Andrea bocelli tersebut.
Endro Sudarsono selaku Humas DSKS menyampaikan bahwa penolakan konser Andrea Bocelli ini merupakan bentuk kepedulian terhadap persoalan Palestina dan salah satu bentuk menyerukan solidaritas umat dan masyarakat.
“Kami berharap bahwa persoalan ini menjadi perhatian oleh DPRD Kota Surakarta” ungkapnya, Rabu (21/10/2026).
M Burhanudin Hilal dari Komisi Ukhuwah MUI Surakarta menyatakan sikapnya sejalan dengan fatwa MUI pusat yang, menurut keterangannya, menjadi dasar penolakan terhadap konser Andrea Bocelli.
“Dasar MUI yaitu pembukaan UUD 45, maka harus membela dengan teguh bangsa Palestina dan menolak penjajahan Israel. Dan dengan fatma MUI yang mendukung perjuangan Palestina maka kita sebagai warga Indonesia tidak boleh menjadi tempat bangsa Zionisme Israel. Maka dengan adanya konser Bocelli ini yang nanti akan di gelar di Borobudur kita dengan tegas menolak konser tersebut,” ujarnya.
Ia menautkan sikap penolakan tersebut dengan komitmen konstitusional Indonesia untuk menentang penjajahan dan mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua I DPRD Surakarta, Daryono, dari Fraksi PKS, menyatakan secara pribadi menolak rencana konser tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa sikap itu sejalan dengan sikap fraksinya.
“Saya kira secara pribadi dan sikap partai kebetulan kami dari fraksi PKS, sepakat menolak konser Andrea Bocelli, kami perlu menyampaikan secara tegas menyayangkan kenapa pemerintah bisa kecolongan dengan rencana acara tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Surakarta, Ardianto Kuswinarno, menyatakan dukungannya terhadap aspirasi yang disampaikan elemen Islam se-Soloraya. Ia mengatakan akan meneruskan aspirasi tersebut ke tingkat pusat.
“Secara tegas partai kami, bahkan Presiden pak Prabowo, secara tegas mendukung perjuangan rakyat Palestina. Kehadiran jenengan tentu saya dukung dan akan saya terima, dan akan saya sampaikan ke pusat bahwa masyarakat solo menolak konser ini, karena membuat kegaduhan,” tegasnya.
Senada dengan Daryono dan Adianto Kuswinarno, Martuti dari Fraksi Karya Amanat Bangsa (KAB) juga mendukung aspirasi yang diusung oleh sejumlah tokoh dan Ulama Kota Surakarta.[*/Red]

0 Komentar